Kenali Jenis Tindakan Operasi Hidung yang Sering Dilakukan - D'elegance Clinic

Kenali Jenis Tindakan Operasi Hidung Yang Sering Dilakukan

Kenali Jenis Tindakan Operasi Hidung yang Sering Dilakukan

Jenis tindakan operasi hidung ternyata di sesuaikan dengan kebutuhan yang kamu inginkan. Karena adanya berbagai masalah hidung pada beberapa orang—mulai dari tampilan hidung yang kurang simetris, sampai dengan kondisi hidung yang sulit bernapas, tindakan operasi ini memang bisa menjadi salah satu pilihan menyelesaikan masalah tersebut.

Ada empat jenis operasi hidung yang sering dilakukan banyak orang dan bisa menjadi pilihan kamu untuk menyelesaikan masalah hidung. Tindakan operasi hidung ini dibedakan atas proses dan fungsinya.

Jenis Tindakan Operasi Hidung yang Sering Dilakukan

Salah satu tindakan operasi hidung yang tujuannya untuk melakukan pemotongan atau mengeluarkan tulang turbinat dari rongga dalam hidung. Turbinat merupakan bagian organ hidung yang fungsinya menghangatkan udara yang masuk dan melembapkan. Sayangnya, turbinat akan mengalami pembesaran hingga menghalangi saluran pernapasan. Dan tindakan operasi ini bertujuan untuk melancarkan saluran pernapasan.

Tindakan operasi hidung yang prosedurnya dengan tujuan memperbaiki deviasi septum nasal dimana terbaginya dinding rongga hidung yang tergeser dari garis tengah. Septum yang mengalami kondisi menyimpang akan menghalangi salah satu sisi hidung sehingga aliran udara menjadi terganggu.

Tindakan operasi yang dilakukan bila deviasi septum nasal yang sudah sangat parah. Bisa dibilang, rhinoseptoplasty dilakukan bila septoplasty tidak cukup dilakukan.

Efek Samping Tindakan Operasi Hidung

  1. Hidung yang mengalami mati rasa;
  2. Hidung mengalami pendarahan yang berlebihan;
  3. Tersumbatnya hidung hingga mengalami kesulitan bernapas;
  4. Munculnya bekas sayatan di bagian hidung;
  5. Bentuk hidung yang tidak simetris (tetapi akan membaik setelah beberapa waktu setelahnya);
  6. Mengalami pembengkakan, memar, serta nyeri di sekitar hidung;
  7. Efek anestesi yang bereaksi negatif;
  8. Terjadinya kerusakan saraf;
  9. Muncul lubang di septum;
  10. Apabila terjadi masalah pada fungsi hidung, perlu dilakukan prosedur operasi lanjutan.

Melihat beberapa risiko atau efek samping pasca operasi hidung, mala dari itu kamu perlu melakukan konsultasi langsung kepada dokter bedah. Konsultasi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal, sehingga dokter akan memberikan masukan atau keputusan yang terbaik untuk masalah pada hidung kamu.

Setelah menjalani proses operasi hidung, selama proses penyembuhan dokter akan memasang sebuah benda berjenis logam yang melapisi hidung bersamaan dengan perban. Apa fungsinya? Fungsinya untuk menjaga bentuk hidung sampai sembuh. Dan kamu juga tidak dianjurkan ada di tengah kerumunan, karena berisiko hidung tersenggol atau terimpitnya yang dapat mengubah bentuk hidung.

Apabila selama proses penyembuh, kamu mengalami pendarahan, maka langkah awal yang harus kamu adalah beristirahat dengan kepala terangkat agar mencegah hidung bengkak dan mengalirnya darah. Kondisi ini lumrah terjadi sekitar satu minggu pasca operasi.

Selain itu, ada pula beberapa hal yang harus kamu hindari selama tiga sampai dengan enam minggu pasca operasi. Hal tersebut diantaranya menghindari aktivitas yang berbahaya untuk hidung (misalnya mengunyah terlalu kuat, menyikat gigi terlalu kencang, serta berekspresi yang berlebihan). Sebaiknya jangan menggunakan kacamata untuk sementara, karena hidung masih rawan. Kamu bisa meminta saran dokter untuk kegiatan apa saja yang bisa kamu lakukan setelah operasi hidung.

Untuk informasi lebih lanjut tentang jenis tindakan operasi hidung yang sering dilakukan, kamu bisa langsung kunjungi D Elegance Clinic. D elagance Clinic adalah salah satu klinik kecantikan di daerah Jakarta yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun menangani oprasi hidung. Jadi tunggu apa lagi!