Berolahraga Setelah Operasi Hidung?

Berolahraga Setelah Operasi Hidung

Berolahraga setelah operasi hidung, boleh gak sih? Operasi hidung atau dikenal dengan sebutan rhinoplasty merupakan salah satu prosedur kecantikan yang dilakukan untuk tujuan estetika atau kecantikan. Biasanya, operasi hidung ini dilakukan oleh mereka yang ingin mengubah bentuk hidung, misalnya membuatnya menjadi mancung. Atau juga bisa dilakukan atas dasar kepentingan kesehatan, contohnya untuk mengatasi masalah pernafasan.

Umumnya, hidung terbagi atas dua bagian besar yaitu bagian atas berupa tulang keras dan bagian bawah berupa kartilago atau tulang rawan. Tindakan operasi ini bisa dilakukan untuk mengubah kartilago, tulang keras, sampai dengan kulit itu sendiri.

Siapa yang biasanya melakukan operasi hidung? Bisa dilakukan untuk orang yang masuk dalam kategori berikut ini:

Untuk menjalani operasi hidung, sebaiknya dilakukan ketika pasien sudah melewati masa pertumbuhan hidung diantara usia 15 – 16 tahun untuk perempuan dan untuk laki-laki antara 17 – 18 tahun.

Berolahraga Setelah Operasi Hidung

Di atas sudah dijelaskan tentang tujuan sampai dengan persyaratan menjalani operasi hidung. Setelahnya, akan muncul pertanyaan apakah setelah melakukan operasi hidung, pasien diperbolehkan untuk melakukan olahraga?

Sebenarnya, olahraga diperbolehkan pasca tindakan. Akan tetapi perlu diperhatikan agar hidung tidak terkena benturan ataupun bersenggolan dengan benda-benda lainnya.

Pasien bisa memilih jenis olahraga yang ringan saja, jangan terlalu berat. Karena nantinya akan menghambat proses penyembuhan atau masa pemulihan.

Tahukah Kamu Prosedur Operasi Hidung?

Apakah setelah membaca informasi tentang ini, kamu tertarik untuk melakukan operasi hidung? Alangkah lebih baiknya, berkonsultasi lah terlebih dahulu dengan dokter bedah plastik agar mendapatkan rekomendasi tindakan yang tepat, karena mungkin saja dokter memiliki rekomendasi tindakan lain selain operasi.

Sebelum melakukan operasi hidung, dokter akan melakukan evaluasi bentuk dan struktur hidung. Setelahnya dokter akan menjelaskan tentang prediksi dari hasil operasi tersebut. Prosedurnya dimulai dengan pembiusan. Kemudian, dokter akan membuat sayatan kecil di hidung untuk mendapatkan daerah tulang dan kartilago hidung. Lalu, dokter akan mengubah bentuk dari hidung dengan cara memotong atau bisa juga memberi papan logam pada hidung. Setelahnya, luka akan ditutup dengan jahitan kembali.

Masa Pemulihan

Pasca tindakan operasi, biasanya dokter akan menyarankan untuk tidak dengan posisi kepala lebih tinggi dari dada agar rasa bengkak dapat berkurang dan meminimalisir terjadinya pembengkakan. Selain itu, pasien tidak diperbolehkan melalukan olahraga yang berat, menjaga operasi tetap kering, sebaiknya jangan menghembuskan udara melalui hidung dengan keras, batasi gerakan bibir ketika menyikat gigi, menggunakan pakaian berkancing agar tidak mengenai hidung, berekspresi terlalu berlebihan, sebaiknya jangan menggunakan kaca mata kurang lebih selama empat minggu, dan lain sebagainya.

Operasi Hidung Memiliki Efek Samping?

Pastinya pertanyaan ini sering kamu cari jauh sebelum menjalani operasi hidung. Sama seperti hal nya dengan tindakan operasi pada umumnya, operasi hidung juga memiliki kemungkinan adanya efek samping antara lain terjadinya infeksi, pendarahan, reaksi akibat proses bius, sulit bernapas, terjadi pembengkakan, muncul bekas luka, atau bisa juga diperlukan operasi tambahan.

Jadi, berolahraga setelah operasi hidung diperbolehkan, asal memenuhi beberapa hal yang sudah dijelaskan di atas. Biasanya, setelah menjalani operasi hidung, dokter bedah plastik akan menjelaskan tentang hal ini. Untuk konsultasi, bisa langsung kunjungi klinik kecantikan D’Elegance Clinic. Booking jadwal disini!

Artikel ini sudah di review:

dr. Hendri Andreas Sp.BP-RE

WA Delegance Clinic