Breast Implan Masih Bisa Menyusui?

Breast Implan Masih Bisa Menyusui

Breast implan masih bisa menyusui? Tertarik untuk menjalani breast implan, tapi takut tidak bisa menyusui? Pertanyaan ini sering kali ditanyakan oleh pasien. Mereka ingin memperbesar ukuran payudara, tapi takut tidak bisa menyusui. Sebenarnya, apakah benar tindakan ini menyebabkan tidak bisa menyusui? Mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini! 

Siapa yang tak ingin memiliki bentuk tubuh yang sesuai dengan goals masing-masing, khususnya seorang perempuan? Nah, tak semua perempuan dikaruniai bentuk tubuh yang sempurna dan ada saja yang merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Memang bukan suatu masalah, tapi lain cerita ketika kekurangan itu dapat menurunkan rasa percaya diri. Karena itu tak sedikit dari mereka yang ingin memperbesar ukuran dan bentuk payudara dengan menjalani implan payudara.

Breast Implan Masih Bisa Menyusui?

Tak sedikit dari mereka ingin memperbesar payudara agar bisa tampil percaya diri. Namun, banyak dari mereka yang merasa takut ketika menjalani implan payudara tidak dapat menyusui dengan normal. Benarkah hal tersebut akan terjadi? 

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, alangkah lebih baiknya kita mengenal anatomi payudara. Payudara memiliki cukup banyak kelenjar air susu dimana tugasnya memproduksi ASI. ASI tersebut akan dialirkan melalui saluran air susu menuju area sekitar puting atau areola. Walaupun setiap perempuan memiliki ukuran payudara yang berbeda-beda, tetapi jumlah kelenjar air susu, volume air susu, dan salurannya memiliki rata-rata yang sama. Hal ini karena ukuran payudara ini erat kaitannya dengan ketebalan lapisan lemak di dalamnya. Nah, kalau ditanya apakah setelah implan payudara masih bisa menyusui atau tidak, maka jawabannya adalah masih bisa menyusui. 

Apabila demikian, bagaimana prosedur breast implant itu sendiri? Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan implan dimana terbuat dari saline atau silikon ke dalam payudara. Disesuaikan dengan ukuran yang diinginkan oleh pasien. Berada di bawah lapisan lemak dan kelenjar susu, dan bisa juga menempel pada otot dada. Nah dari penjelasan tersebut bisa langsung diketahui kalau pemasangan implan payudara ini tidak menyebabkan seseorang tidak bisa menyusui. 

Beda cerita kalau proses pembuatan sayatan ini dilakukan pada area yang menghasilkan ASI. Ini akan sangat berpengaruh jika sayatan dilakukan pada area areola. Alasan melakukan sayatan di area tersebut, kemungkinan supaya bekas sayatan tidak begitu terlihat. Kondisi ini menyebabkan terpotongnya saluran air susu sehingga mengganggu proses menyusui. 

Melihat hal ini, penting untuk mendiskusikan dengan dokter yang berpengalaman. Diskusinya, dokter bisa membuat sayatan pada area kisaran bawah payudara atau ketiak agar dapat meminimalkan terpotongnya saluran air susu dan kelenjar susu. Jadi, memilih dokter yang tepat juga sangat diperlukan selain agar hasilnya maksimal, juga dapat mencegah terjadinya risiko lainnya. 

Setelah mengetahui hal tersebut, ada pula efek samping pasca tindakan yang perlu kamu tahu. Kemungkinan pasien akan merasa nyeri, bengkak dan memar, mungkin sedikit berdarah, dan lain sebagainya. Akan tetapi jangan khawatir, karena rasa tidak nyaman tersebut akan mulai memudar kurang lebih selama 5 – 7 hari. Biasanya untuk meredakan rasa sakit, dokter akan memberikan obat meredakan nyeri. Dalam waktu seminggu sampai dua minggu, kamu sudah bisa melakukan aktivitas ringan kembali. 

Nah itulah jawaban dari pertanyaan breast implan masih bisa menyusui atau tidak. Apabila ada pertanyaan lebih lanjut mengenai breast implant atau lainnya, bisa langsung berkonsultasi dengan dokter di D Elegance Clinic.  

WA Delegance Clinic